Sabtu, 24 Maret 2012

Perkembangan Kepribadian


       I.            Bagaimana kepribadian seseorang dapat berkembang

Ä  Menurut teori “Sigmund Freud”

v  Struktur kepribadian
Kepribadian tersusun dari 3 sistem pokok, yakni : “ id, ego, superego”. Meskipun masing-masing bagian dari kepribadian total ini mempunyai fungsi, sifat, komponen, prinsip kerja, dinamisme, dan mekanismenya sendiri, namun mereka berinteraksi begitu erat satu sama lain sehingga sulit (tidak mungkin) untuk memisah-misahkan pengaruhnya dan menilai sumbangan relatifnya terhadap tingkah laku manusia. Tingkah laku hampir selalu merupakan produk dari interaksi diantara ketiga system tersebut, jarang salah satu system berjalan terlepas dari kedua system lainnya.
Ø  Id
Id merupakan system kepribadian yang asli; id merupakan rahim tempat ego dan superego berkembang. Id berisikan segala sesuatu yang secara psikologis diwriskan dan telah ada sejak lahir, termasuk insting-insting. Id merupakan reservoir energy psikis dan menyediakan seluruh daya untuk menjalankan kedua system yang lain. Id berhubungn erat dengan proses-proses jasmaniah dari mana Id mendapatkan energynya. Freud juga menyebut Id “kenyataan psikis yang sebenarnya”, karena Id merepresentasikan dunia bathin pengalaman subjektif dan tidak mengenal pengalaman objektif.
Ø  Ego
Ego timbul karena kebutuhan-kebutuhan egonisme memerlukan transaksi-transaksi yang sesuai dengan dunia pernyataan objektif. Ego disebut eksekutif kepribadian karena Ego mengontrol pintu-pintu ke arah tindakan, memilih segi-segi lingkungan kemana ia akan memberikan respon, dan memutuskan insting-insting manakah yang akan dipuaskan dan bagaimana caranya. Dalam melaksanakan fungsi-fungsi eksekutif yang sangat penting ini, Ego harus berusaha mengintekgrasikan tuntutan Id, Superego dan dunia luar yang sering bertentangan.
Ø  Superego
System kepribadian ketiga dan yang terakhir dikembangkan superego. Superego adalah perwujudan internal dari nilai-nilai dan cita-cita tradisional masyarakat sebagaimana diterangkan orangtua kepada anak, dan dilaksanakan dngan cara memberinya hadia-hadiah atau hukuman-hukuman. Superego adalah wewenang moral dari kepribadian; ia mencerminkan yang ideal dan bukan yang real; dan memperjuangkan kesempurnaan dan bukan kenikmatan. Perhatiannya yang utama adalah memutuskan apakah sesuatu itu benar atau salah dengan demikian ia dapat bertindak sesuai dengan norma-norma moral yang diakui wakil-wakil masyarakat.

v  Dinamika Kepribadian
Ø  Insting
Didefinisikan sebagai perwujudan psikologis dari suatu sumber rangsangan somatic dalam yang dibawa sejak lahir. Insting-insting dilihat sebagai faktor-faktor pendorong kepribadian. Freud beranggapan bahwa sumber-sumber perangsang dari lingkungan ini memainkan peranan yang kurang penting dalam dinamika kepribadian dibandingkan dengan insting-insting yang dibawa sejak lahir. Suatu insting mempunyai empat ciri khas yaitu :
ü  Sumber, kondisi jasmaniah atau kebutuhan
ü  Tujuan, menghilangkan perangsangan jasmaniah
ü  Objek, seluruh kegiatan yang menjembatani antara munculnya suatu hasrat dan pemenuhan
ü  Impetus, daya atau kekuatan yang ditentukan oleh intensitas kebutuhan yang mendasari.
Ø  Distribusi dan penggunaan energy psikis
Dinamika kepribadian ditentukan oleh cara energy psikis di distribusikan serta dugunakan oleh Id, Ego dan Superego
Ø  Kecemasan
Freud membedakan tiga macam kecemasan yaitu :
ü  Kecemasan Realitas, rasa takut akan bahaya-bahaya nyata di dunia luar.
ü  Kecemasan Neurotik, rasa takut jangan-jangan insting-insting akan lepas dari kendali dan menyebabkan sang pribadi berbuat sesuatu yang bisa membuatnya dihukum.
ü  Kecemasan Moral, rasa takut terhadap suara hati.
Fungsi kecemasan adalah memperingatkan sang pribadi akan adanya bahaya

v  Perkembangan Kepribadian
Kepribadian berkembang sebagai respon terhadap empat sumber tegangan pokok, yakni : (1) proses-proses pertumbuhan fisiologis, (2) frustasi-frustasi, (3) konflik-konflik, dan (4) ancaman-ancam. Sebagai akibat langsung langsung dari meningkatnya tegangan yang ditimbulkan oleh sumber-sumber ini, sang pribadi terpaksa mempelajari cara-cara baru mereduksikan tegangan. Proses belajar itulah yang dimaksudkan dengan perkembangan kepribadian.
ü  Identifikasi
Metode yang digunakan orang untuk mengambil alih ciri-ciri orang lain dan menjadikannya bagian yang tak terpisahkan dari kepribadiannya sendiri.
ü  Pemindahan
Apabila suatu objek yang dipilih oleh insting tidak dapat dicapai Karen adanya rintangan baik dari luar maupun dari dalam (antikateksis), maka suatu kateksis yang baru akan terbentuk, bila kateksis yang baru tersebut terhalangi maka akan terjadi pemindahan.
ü  Mekanisme-mekanisme Pertahanan Ego
Pertahanan-pertahanan yang pokok adalah represasi, proyeksi pemebentukan reaksi, fiksasi, dan regresasi (Anna Freud, 1946). Mekanisme pertahanan memiliki dua ciri umum, yaitu pertama mereka menyangkal, memalsukan atau mendistorsikan kenyataan dan keuda mereka bekerja secara tak sadar sehingga orangnya tidak tahu apa yang sedang terjadi.
ü  Tahap perkembangan
Tahap perkembangan di bagi menjadi :
J  Tahap Oral
J  Tahap Anal
J  Tahap Phalik
J  Tahap Genetikal

Ä  Menurut teori “Erik H. Erikson”

Dalam tulisan-tulisan Erikson, tekanan khusus diletakkan pada masa adolesen karena masa tersebut merupakan peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Apa yang terjadi pada tahap ini sangat penting bagi kepribadian dewasa.
Identitas, krisis-krisis identitas, dan kekacauan identitas merupakan konsep-konsep Erikson yang sangat terkenal.
ü  Kepercayaan Dasar versus Kecurigaan Dasar
ü  Otonomi versus Perasaan Malu7u dan Keragu-raguan
ü  Inisiatif versus Kesalahan
ü  Kerajinan versus Inferioritas
ü  Identitas versus Kekacauan Identitas
ü  Keintiman versus Isolasi
ü  Generativitas versus Stagnasi
ü  Integritas versus Keputusasaan

     II.            Apa itu kepribadian sehat

Kepribadian sehat ialah kesehatan secara umumnya dimengerti sebagai hal-hal yang bersifat fisik dan kurang memperhatikan hal-hal yang bersifat mental bisa dipahami karena hal-hal fisik lebih mudah diamati karena tampak dalam realita sehingga lebih mudah disadari oleh individu dibanding hal yang bersifat psikis. Jadi, menurut saya apabila anda menginginkan kepribadian sehat ialah sehat fisik dan sehat pikiran apabila salah satu faktor tersebut tidak sehat belum bisa dikatakan kepribadian anda sehat.

KESEHATAN MENTAL

1.     Sejarah Kesehatan Mental

Sejarah kesehatan mental tidaklah sejelas sejarah ilmu kedokteran. karena masalah mental bukan masalah fisik yang dengan mudah dapat diamati dan terlihat. Berbeda dengan gangguan fisik yang dapat dengan relative mudah dideteksi, orang yang mengalami gangguan kesehatan mental sering kali tidak terdeteksi, sekalipun oleha anggota keluarganya sendiri. Hal ini lebih karena mereka sehari-hari hidup bersama sehingga tingkah laku-tingkah laku yang mengindikasikan gangguan mental, dianggap hal yang biasa, bukan sebagai gangguan.
Masalah kesehatan mental khusus untuk masyarakat indaonesia saat ini belum mendapat  perhatian yang serius. Orang masih focus pada masalah kuratif, kurang memperhatikan hal-hal preventif untuk menjaga mental supaya tetap sehat.

A.     Gangguan mental tidak dianggap sebagai sakit

v  Tahun 1600 dan sebelumnya
Pandangan masyarakat saat itu menganggap bahwa orang yang mengalami gangguan mental adalah karena mereka dimasuki oleh roh halus yang ada disekitarnya .
v  Tahun 1692
Mendapat pengaruh para imigran dari Eropa yang beragama Nasrani, di Amerika orang yang bergangguan mental saat itu sering dianggap terkena sihir atau guna-guna.
Sejarah kesehatan mental di Eropa, khususnya Inggris, agak sedikit berbeda sebelum abad ke-17 orang gila disamakan dengan penjahat/kriminal, sehingga mereka dimasukkan ke dalam penjara.

B.      Gangguan mental dianggap sakit

v  Tahun 1724
Pendeta Cotton Mather (1663-1728) mematahkan takhayul yang hidup di masyarakat berkaitan dengan sakit jiwa dengan memajukan penjelasan secara fisik mengenai sakit jiwa itu sendiri.
v  Tahun 1812
Antara tahun 1830-1860 di Inggris timbul optimisme dalam menangani pasien sakit jiwa. hal ini disebabkan berkembangnya teori dan teknik dalam menangani orang sakit jiwa di rumah sakit jiwa.
v  Tahun 1908
Clifford Beers menderita depresif pada tahun 1900. Setelah mencoba bunuh diri, dia dimasukkan ke rumah sakit mental swasta di Connecticut. Dia menjadi subjek penanganan yang tidak manusiawi dan mengalami penyiksaan fisik dan mental di bawah kekuasaan orang tidak terlatih dan tidak kompeten dirumah sakit. Beers kemudian menghabiskan beberapa tahun di berbagai instuisi dan mengalami perlakuan yang paling buruk di rumah sakit  negeri di Middletown, Connecticut. Penanganan tidak manusiawi yang diterimanya di instuisi ini mencetuskan keberanian untuk memperbaruhi perawatan bagi individu yang menderita penyakit mental di amerika serikat. Pada tahun 1908 dia menulis buku yang berjudul A Mind That Found Itself, merupakan laporan pengalamannya sendiri sebagai pasien sakit mental dan secara jelas menggambarkan kekejaman lembaga perawatan.
v  Tahun 1918
Asosiasi psikoanalisa Amerika membuat aturan bahwa hanya orang yang telah lulus dari sekolah kedokteran dan menjalankan praktek psikiatri yang dapat menjadi calon untuk pelatihan psikoanalisa.
v  Tahun 1940 – an
Elektroterapi , yaitu terapi dengan cara mengaplikasikan listrik ke otak pertama kali digunakan di rumah sakit Amerika untuk menangani penyakit mental. Pada tahun 1940-1950 dimulainya perawatan masyarakat bagi penderita gangguan kesehatan mental di Inggris.
v  Tahun 1950
Dibentuk National Association of Mental Health (NAMH) yang merupakan merger dari 3 organisasi, yaitu National Committee for Mental Hygiene, National Health Foundatio, dan Psychiatric Foundation. Lembaga baru ini melanjutkan misi Beers dengan lebih jelas. Melalui program televise, distribusi literature dan media lainnya, NAHM melanjutkan mendidik public Amerika pada isu-isu kesehatan mental dan mempromosikan kesadaran akan kesehatan mental.

C.      Gangguan mental dianggap sebagai bukan sakit

v  Tahun 1961
Thomas Szasz membuat tulisan yang berjudul “The Myth of Mental Illnes” yang mengemukakan dasar teori yang menyatakan bahwa “sakit mental” sebenarnya tidaklah betul-betul “sakit”, tetapi merupakan tindakan orang yang secara mental tertekan karena harus bereaksi terhadap lingkungan.

D.     Melawan diskriminasi terhadap gangguan mental

v  Tahun 1997
Peneliti menemukan kaitan genetic pada gangguan bipolar yang menunjukkan bahwa penyakit ini diturunkan.
Berdasarkan sejarah kesehatan mental diatas, dapat disimpulkan bahwa ternyata pandangan masyarakat terhadap apa yang disebut sebagai sakit mental/sakit jiwa/gangguan mental ternyata berbeda-beda . gangguan mental pernah dimaknai sebagai ketidakmampuan untuk berfikir rasional, orang yang terganggu mentalnya dipandang memiliki pola pikir irasional.

2.     Konsep Kesehatan Mental

Memahami konsep kesehatan tidak pernah dapat dilepaskan dari pengaruh sejarah dan kemajuan kebudayaan. Sepanjang sejarah makna sehat dan sakit ternyata dipengaruhi oleh peradaban. Selain itu treatmen yang dilakukan juga disesuaikan dengan pemahaman terhadap kesehatan tersebut.
A.     Pengaruh budaya terhadap konsep sehat dan sakit serta implikasinya terhadap perilaku
Ø  Memahami kesehatan
Ø  Pengaruh budaya
Ø  Model-model kesehatan
Ø  Pemahaman tentang penyakit
Ø  Implikasi perbedaan konsep kesehatan dan penyakit terhadap perilaku

B.      Berbagai pemahaman mengenai kesehatan mental
1.      Ciri-ciri Tingkah Laku Sehat atau Normal
ü  bertingkah laku menurut norma-norma sosial yang diakui
ü  mampu mengelola emosi
ü  mampu mengaktualkan potensi-potensi yang dimiliki
ü  dapat mengikuti kebiasaan-kebiasaan sosial
ü  dapat mengenali risiko dari setiap perbuatan dan kemampuan tersebut digunakan untuk menuntun tingkah lakunya
ü  mampu menunda keinginan sesaat untuk mencapai tujuan jangka panjang

Selasa, 08 November 2011

MENGANALISIS KEPRIBADIAN SESEORANG MELALUI SITUS JARINGAN SOSIAL

Sebelum menganalisis seseorang lebih jauh kita harus mempunyai izin terlebih dahulu dari orang yang bersangkutan untuk dipublikasikan

Nah, sekarang saatnya kita mencoba memperhatikan kepribadian orang melalui situs jaringan social yakni melalui situs jaringan facebook, tapi sebelumnya kita harus tahu terlebih dahulu pengertian KEPRIBADIAN itu ?
Menurut para tokoh Kartini Kartono dan Dali Gulo dalam Sjarkawim (2006) adalah sifat dan tingkah laku khas seseorang yang membedakannya dengan orang lain, integrasi karakteristik dari struktur-struktur, pola tingkah laku, minat, pendirian, kemampuan dan potensi yang dimiliki seseorang.
Macam-macam kepribadian menurut Hippocrates :

ASanguinis

Kepribadian ini menggambarkan seseorang yang memiliki karakter yang lincah, extrovert, periang, mudah berganti haluan, bisa meramaikan suasana, suka berbicara, memiliki rasa humor yang tinggi, mudah diubah, berhati tulus, penuh semangat, selalu kekanak-kanakan, memiliki energy serta antusiasme, kreatif dan inovatif, suka kegiatan spontan.


BKoleris

Kepribadian ini menggambarkan seseorang yang memiliki karakter yang percaya diri, dinamis dan aktif, berbakat memimpin, optimis, berani mengambil resiko, hatinya mudah terbakar, selalu unggul dalam keadaan darurat, selalu merasa benar, susah menerima pendapat orang lain, disiplin, tepat waktu.


C. Melankolis

Kepribadian ini menggambarkan seseorang yang memiliki karakter yang penuh pikiran, cenderung pemurung, pendiam, introvert, pesimis, perfeksionis, berorientasi jadwal, standar tinggi, sadar perincian, gigih dan cermat, tertib dan terorganisasi, teratur dan rapi, ekonomis, melihat masalah mendapat pemecahan kreatif, perlu menyelesaikan apa yang dimulai, suka diagram, grafik, bagan, daftar.


D. Phlegmatis

Kepribadian ini menggambarkan seseorang yang memiliki karakter yang rendah hati, mudah bergaul dan santai, diam, tenang tetapi cerdas, simpatik dan baik hati menyembunyikan emosi, bahagia menerima kehidupan, serba guna, mudah diajak bergaul, menyenangkan, tidak suka menyinggung, pendengar yang baik, selera humor yang menggigit, suka mengawasi orang, punya belas kasihan dan perhatian.

Sekarang saatnya menilai kepribadian orang dalam gambar dibawah ini :

Si mr.x ternyata memiliki karakter tipe orang yang percaya diri (narsis), bisa kita lihat beberapa hasil koleksi foto narsisnya mr.x dibawah ini :


Selain mr.x memiliki karakter tipe orang yang percaya diri ternyata mr.x memiliki tipe orang yang kreatif, bisa kita lihat beberapa hasil koleksi kreatif fotonya :


Mr.x ternyata memiliki rasa humor yang tinggi,dapat dilihat dari beberapa hasil foto jahilnya :

Mr.x juga suka banget mengabadikan setiap momentnya, ya bisa dibilang mr.x suka banget foto-foto walaupun saat-saat moment sekecil apapun.
Mari kita lanjutkan foto-foto berikutnya :


Dan masih banyak lagi foto yang gak mungkin dimuat semuanya, upz……ternyata mr.x tidak hanya memiliki karakter yang tergolong sanguinis dan Phlegmatis (dalam macam-macam kpribadian) mr.x juga tipe orang yang romantis, menyenangi namanya keindahan alam, dan sangat menyukai anak kecil.mari kita buktikan dari beberapa hasil foto yang diabadikannya…..


Mr.x sangat terbukti bahwa dia sangat menyanyangi yang namanya anak kecil,dan kita lanjutkan seberapa romantic si mr.x dalam koleksi-koleksi foto tempat romantis seperti apa yang mr.x sukai…….


Dapat kita lihat dari beberapa foto diatas bahwa si mr.x sangat menyukai tempat romantis yang benar-benar alami dari alam…….
Demikian hasil menganalisa kepribadian seseorang dari saya,subjek yang saya masukkan sudah mendapatkan izin dari pihak yang bersangkutan,,,,,,,

Referensi :



























   Pinto Sih Untoro
        15510341
          2PA08
Psikologi  Gunadarma




















Rabu, 02 Maret 2011

Hubungan Matematika dan Psikologi

  menurut bahasa yunani kuno psikologi berasal dari kata psikey dan logos yg atinya ilmu yg mempelajari tentang jiwa yang secara ilmiah.namun tak hanya itu psikologi juga berkaitan dengan ilmu lain,seperti,psikologi dangan antropologi yg membahas manusia dengan budaya - budaya,psikologi dengan sosiologi yg membahas tentang masyarakat,psikologi dengan ekonomi yg membahas pertukaran barang dan jasa .
selain itu psikologi dengan matematika adalah untuk menghitung semua data kuantitatif agar lebih akurat.namun secara lebih spesifik penghitungan matematika di gunakan untuk memeroleh teori - teori yg statistika
di dalam pendidikan matematika banyak sekali teori - teori yg kita pelajari,tetapi hanya beberapa saja yg sangat berhubungan.seperti,logika,teori - teori statistika,peluang dan lainnya
namun arti dr statistika itu sendiri adalah ilmu yg mempelajari bagaimana kita menganalisis,mengumpulkan,dan mengkaji semua data - data sedangakan psikologi adalah ilmu yg mempelajari tentang semua perilaku manusia dan biasanya penerapannya pun juga kepada manusia.
tak hanya jaman sekarang pikologi dan matematika saling berhubungan tetapi pada waktu para - para tokoh menyampaikan teori - teorinya beliau juga harus bisa mempeoleh data - data yg kuantitatif sebelum hipotesis nya menjadi teori yg benar dan akurat
kemudian di alam matematika teori statistik meliputi beberapa teori seperti rata - rata,modus(nilai tengah),simpangan kuartil,simpangan baku dan simpangan rataan
biasanya di dalam psikologi itu cara membuat datanya dengan menggunakan angket dan tabeluntu menghitung keselurhan hasil dari data kuantitaf itu.
  •  Aplikasi Matematika Dalam Ilmu Psikologi
Hubungan matematika dalam bidang psikologi sangatlah erat dan berkaitan satu sama lain dan tidak hanya psikologi bahkan semua ilmu sangatlah berhubungan dengan matematika.
Misalnya saja dalam bidang pengukuran, karena psikologi adalah cabang ilmu yang pengetahuannya relative muda jadi harus banyak berbuat dalam hal pengukuran ini di maksudkan agar eksistensinya baik di lihat dalam segi teori maupun aplikasi makin mantap, ilmu pengetahuan merupakan cabang ilmu statistika terapan yang bertujuan membangun dasar dasar pengembangan tes yang lebih baik sehingga dapat menghasilkan tes yang berfungsi secara optimal, valid, dan reliable.
Kegiatan pengukuran psikologis juga sering di sebut sebagai tes, tes adalah suatu kegiatan mengamati dan mengumpulkan sempel tingkah laku yang di miliki individu secara terstandard, sebagai contoh adalah tes psikometri di mana kita akan mengetahui tingkat kecerdasan kita bila tidak di ukur? Dan bagaimana kita dapat mengetahui jika alat ukur itu valid dan dapat di percaya?. Dan di sinilah peran psikometri, karena psikometri berupaya untuk membuat alat ukur yang dapat di percaya berdsarkan prinsip prinsipnya, karena psikometri meliputi semua aspek psikologis kita maka psikometri sering kali di sebut dengan psikotest untuk semua pengukuran yang berbasis psikologi.
Ada banyak jenis pengukuran dalam psikologi di antaranya adalah tes binet dan tes intelegensi. Awal munculnya tes Binet ini pertama kali di kembangkan oleh Binet dan Simon skala ini di kenal dengan nama skala 1905 pada awalnya skala ini di gunakan untuk mengukur dan mengidentifikasi anak anak yang memiliki keterbelakangan. Pada skala ini terdiri dari 30 soal dan di susun dari soal yang paling mudah dan ke yang paling sulit.
Pada skala ke dua pada tahun 1908 jumlah soalnya di tambah dan soal soal tersebut kemudian di kelompokan menurut dengan jenjang umur berdasarkan atas kinerja 300 orang anak normal yang berumur 3 sampai dengan 13 tahun.
Skala ke tiga Binet dan Simon di terbitkan pada tahun 1911 pada tahun 1912 setelah binet meninggal, dalam kongres psikologi intenasional di Genewa, seorang ahli psikologi dari jerman William Sterm mengusulkan koonsep koefisien intelegensi yaitu IQ = MA / CA dan kemudian konsep inilah yang di gunakan secara luas di mana mana.

jadi kesimpulan dari data - data yg saya buat yaitu matematika itu sangat berhubungan untuk penyusunan data - data yg lebih akurat dan spesifik dengan menggunkan teori - teori statistik. dan keduanya juga saling berkesinambungan untuk menghitung maupun mereck up semua yg di butuhkan psikologi

Selasa, 30 November 2010

Manusia dan Keindahan

1. Keindahan

   Keindahan berasal dari kata indah yang berarti bagus, cantik, elok, permai dan sebagainya. Keindahan itu bersifat abstrak sehingga tidak dapat dinikmati dengan jelas. Keindahan baru dapat dinikmati dengan jelas jika dihubungkan dengan suatu bentuk karya, misalnya lukisan, film, musik (lagu), pemandangan alam.

   Terdapat beberapa perbedaan pengertian keindahan, seperti:

-         Keindahan dalam arti luas, yaitu meliputi keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral.
-      Keindahan dalam arti estetis murni, yaitu menyangkut pengalaman seseorang dengan sesuatu hal yang diserapnya.
-    Keindahan dalam arti terbatas, yaitu yang berhubungan dengan penglihatan seperti  melihat keindahan suatu benda dari bentuk dan warnanya.

   Keindahan pada dasarnya merupakan kwalita atau ciri-ciri pokok tertentu pada suatu hal. Kwalita yang paling sering disebut adalah kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symmetry), keseimbangan (balance), dan perlawanan (contrast). Kesimpulan dari ciri tersebut bahwa keindahan adalah suatu hubungan yang selaras antara suatu benda dengan si pengamat. 

     2. Nilai Estetik

   Dalam teori The Liang Gie menjelaskan bahwa, keindahan merupakan salah satu nilai yang sama halnya dengan nilai moral, nilai pendidikan, dan nilai ekonomi. Nilai estetik adalah nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang ada dalam pengertian keindahan. Dalam "Dictionary of Sosiology and Science" perumusan nilai sebagai "Kemampuan yang dianggap ada pada suatu benda dapat memuaskan keinginan manusia dan sifat benda tersebut menarik minat seseorang atau kelompok".

   Penggolongan nilai tersebut, yaitu :

a. Nilai Ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai sarana untuk sesuatu hal lainnya.
b. Nilai Intrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan sebagai suatu tujuan
.
   Contoh:
 - " Puisi ". Bentuk puisi tersebut yang terdiri dari diksi, baris, sajak, irama, dan bahasa merupakan nilai ekstrinsik, sedangkan pesan yang disampaikan puisi tersebut merupakan nilai intrinsik.
    
3. Hubungan Manusia dan Keindahan

   Sejak lahir manusia diberikan Allah komponen-komponen yang terdiri dari roh, akal, nafsu, hati dan sirri (rahasia Ilahi). Dengan akal, manusia memiliki keinginan-keinginan yang bertujuan untuk menciptakan kehidupan yang menyenangkan dan memuaskan hatinya. Sedangkan sesuatu hal yang memuaskan dan menyenangkan hati manusia hanyalah sesuatu "kebaikan" yang "indah". Maka hakikatnya keindahan merupakan impian setiap manusia karena dengan keindahan itu manusia pasti merasa nyaman dengan hidupnya. 

Manusia dan Tanggung Jawab

Manusia di dalam hidupnya disamping sebagai makhluk Tuhan, makhluk individu, juga merupakan makhluk sosial. Di mana dalam kehidupannya di bebani tanggung jawab. Tanggung jawab itu sendiri merupakan sifat yang mendasar dalam diri manusia.


A.Tanggung Jawab
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku dan perbuatannya yang disengaja maupun tidak sengaja sehingga ia wajib menanggung segala akibatnya. Timbulnya rasa tanggung jawab karena manusia itu hidup bergantung dengan orang lain dan lingkungan alam. Tanggung jawab adalah ciri manusia yang beradab. Manusia merasa bertanggung jawab karena menyadari perbuatan yang baik dan buruknya. Apabila ia tidak mau bertanggung jawab, maka akan ada pihak lain yang memaksakan tanggung jawab itu. Karena dalam tanggung jawab ada dua sisi, yaitu sisi si pembuat dan sisi kepentingan pihak lain.

B.Macam-Macam Tanggung Jawab
Tanggung jawab dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya, yaitu:

1)Tanggung jawab kepada diri sendiri
Tanggungjawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadiannya sehingga ia dapat menyelesaikan masalahnya diri sendiri.

2)Tanggung jawab kepada keluarga.
Keluarga merupakan masyarakat kecil yang terdekat dengan kita. Setiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab menyangkut nama baik keluarga, keselamatan, pendidikan, kehidupan,dan kesejahteraan,

3)Tanggung jawab kepada masyarakat.
Manusia tidak dapat hidup secara individu karena pada hakekatnya manusia itu hidup sebagai makhluk sosial yang membutuhkan orang lain. Dengan demikian manusia sebagai anggota masyarakat mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain.

4)Tanggung jawab kepada bangsa dan negara.
Sebuah kenyataan bahwa setiap manusia adalah warga suatu negara yang diatur oleh norma-norma dan hukum. Manusia tidak dapat berbuat, bertingkah, dan bertindak semaunya sendiri. Apabila perbuatan itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada negara.

5)Tanggung jawab kepada Tuhan.
Manusia harus bertanggung jawab atas apapun yang dilakukan. Karena semua tindakan manusia itu akan diminta pertanggungjawabannya di hadapan Tuhan, apabila melanggar aturan Tuhan manusia akan dikenakan hukuman.

*Wujud dari tanggung jawab adalah dapat berupa pengabdian dan pengorbanan.

a) Pengabdian
Pada hakekatnya pengabdian merupakan tanggung jawab. Jadi pengertian tanggung jawab adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat, maupun tenaga sebgai perwujudan dari rasa cinta, kasih sayang, hormat yang semua itu dilakukan dengan ikhlas.

b) Pengorbanan
Pengorbanan merupakan pemberian untuk menyatakan kebaktian yang mengandung unsur ikhlas dan tanpa pamrih yang didasarkan atas kesadaran moral .


sumber: http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar/bab9-manusia_dan_tanggung_jawab.pdf

Manusia dan keadilan



Manusia dan keadilan
Sebelum kita mengetahui hubungan manusia dengan keadilan, kita harus mengetahui dahulu pengertian dari keadilan itu sendiri.
Menurut aristoteles keyakinan adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan disini maksudnya merupakan sebuah titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit.kedua ujung ekstrem itu menyangkut lebih dari orang atau benda.bila kedua orang tersebut mempunyai sama dalam ukuran yang ditetapkan,maka masing masing orang harus memperoleh hasil yang sama dan jika tidak sama maka proporsinya akan berbeda, dan ini merupakan sebuah ketidak adilan.
Keadilan menurut plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri , dan perasaanya dikendalikan oleh akal, Telah banyak tokoh dan juga berbagai macam pandangan yang mengartikan keadilan, namun bila kita simpulkan secara umum maka keadilan itu adalah pengakuan dan pengakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban.
Manusia dalam kehidupannya ketika melakukan aktifitasnya pasti pernah menemukan perlakuan yang tidak adil atau bahkan melakukan hal yang tidak adil. Sebenarnya pada setiap diri manusia pasti terdapat keinginan untuk berbuat adil. Tetapi kadang untuk melakukannya tidak mudah dan selalu dibenturkan oleh kendala yang dihadapinya yang kesemuanya disebabkan oleh berbagai sebab, seperti keadaan atau situasi, permasalahan teknis hingga bahkan sikap moral.
Keadilan pada dasarnya merupakan sebuah kebutuhan mutlak bagi setiap manusia dibumi ini dan tidak akan mungkin dapat dipisahkan dari kehidupan. Menurut Aristoteles, keadilan akan dapat terwujud jika hal – hal yang sama diperlakukan secara sama dan sebaliknya, hal – hal yang tidak semestinya diperlakukan tidak semestinya pula. Dimana keadilan memiliki cirri antara lain ; tidak memihak, seimbang dan melihat segalanya sesuai dengan proporsinya baik secara hak dan kewajiban dan sebanding dengan moralitas. Arti moralitas disini adalah sama antara perbuatan yang dilakukan dan ganjaran yang diterimanya. Dengan kata lain keadilan itu sendiri dapat bersifat hukum.
Keadilan itu sendiri memiliki sifat yang bersebrangan dengan dusta atau kecurangan. Dimana kecurangan sangat identik dengan perbuatan yang tidak baik dan tidak jujur. Atau dengan kata lain apa yang dikatakan tidak sama dengan apa yang dilakukan.
Kecurangan pada dasarnya merupakan penyakit hati yang dapat menjadikan orang tersebut menjadi serakah, tamak, rakus, iri hati, matrealistis serta sulit untuk membedakan antara hitam dan putih lagi dan mengkesampingkan nurani dan sisi moralitas.
Ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan kecurangan antara lain ;
1.   Faktor ekonomi. Setiap berhak hidup layah dan membahagiakan dirinya. Terkadang untuk mewujudkan hal tersebut kita sebagai mahluk lemah, tempat salah dan dosa, sangat rentan sekali dengan hal – hal pintas dalam merealisasikan apa yang kita inginkan dan pikirkan. Menghalalkan segala cara untuk mencapai sebuah tujuan semu tanpa melihat orang lain disekelilingnya.
2.   Faktor Peradaban dan Kebudayaan sangat mempengaruhi dari sikapdan mentalitas individu yang terdapat didalamnya “system kebudayaan” meski terkadang halini tidak selalu mutlak. Keadilan dan kecurangan merupakan sikap mental yang membutuhkan keberanian dan sportifitas. Pergeseran moral saat ini memicu terjadinya pergeseran nurani hamper pada setiapindividu didalamnya sehingga sangat sulit sekali untuk menentukan dan bahkan menegakan keadilan.
3.   Teknis. Hal ini juga sangat dapat menentukan arah kebijakan bahkan keadilan itu sendiri. Terkadang untuk dapat bersikapadil,kita pun mengedepankan aspek perasaan atau kekeluargaan sehingga sangat sulit sekali untuk dilakukan. Atau bahkan mempertahankan keadilan kita sendiri harus bersikap salah dan berkata bohong agar tidak melukai perasaan orang lain. Dengan kata lian kita sebagai bangsa timur yang sangat sopan dan santun.
4.   dan lain sebagainya.
Keadilan dan kecurangaan atau ketidakadilan tidak akan dapat berjalan dalam waktu bersamaan karena kedua sangat bertolak belakang dan berseberangan.

Macam-Macam Keadilan yang dapat kita ketahui dalam beberapa bagian:
a.Keadilan legal/moral
 Keadilan ini timbul dengan sendirinya karena penyatuan dan penyesuaian agar terwujud hubungan sesama manusia yang harmonis satu sama lain.dapat disebut legal karna tanpa kesepakatan tertulis maupun tidak keadilan moral harus terus berjalan untuk keharmonisan hidup bersama.jika tidak dilakukan akan terjadi kekacauan dalam masyarakat,misalnya/contohnya seorang buruh bangunan yang ikut mencampuri urusan kantor yang dibangunnya.
b.Keadilan Distributif
 Keadilan distributif atau dengan kata lain keadilan dalam segala macam pembagian.
Contoh senderhananya yaitu pengajar les yang telah mengajar sebulan dan yang mengajar dua bulan harus dibedakan gajinya meski mereka mengajar mata pelajaran yang sama.
C.Keadilan komutatif
Tujuan dari keadilanini adalah untuk menjaga ketertiban masyarakat dan juga kesejahteraan umum.
Semua tindakan yang telihat adil ternyata menjadi ketidakadilan dan merusak pertalian antara manusia lainnya.
d.Kejujuran
    Jujur atau kejujuran artinya apa pun yang dikatakan seseorang sesuai dengan kenyataan yang benar-benar ada. Pada hakekatnya kejujuran dilandasi oleh kesadaran moral yang tinggi, yaitu kesadaran akan adanya sama hak dan kewajiban, serta rasa takut terhadap kesalahan atau dosa.
 e.Kecurangan
    Sikap ini identik dengan ketidakjujuran. Curang berarti apa yang diingingkan tidak sesuai dengan hati nurani. Curang membuat seseorang menjadi serakah dan tamak. Banyak faktor yang menyebabkan manusia bersikap curang, yaitu ekonomi, budaya, peradaban dan teknik.
Dalam hal lain Kejujuran juga memiliki peranan penting dalam hubungan manusia dan keadilan.
Jika manusia mengutamakan kejujuran dalam hidupnya maka ia telah berbuat kebenaran. Kejujuran akan menunjang seseorang dalam berprilaku adil tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Maka dapat disimpulkan bahwa manusia hidup memerlukan keadilan dan keadilan dapat ditunjang dengan sikap manusia yang jujur.